“Terima kasih atas teladan yang bersahaja dan pengabdian tulus yang telah menjadi bagian terbaik dari sejarah SMP Negeri 3 Tuntang. Kebersamaan yang telah terjalin adalah kenangan indah yang akan selalu hidup dalam ingatan. Setiap ilmu dan kebaikan yang diberikan akan selamanya menjadi anugerah yang kami syukuri. Selamat purna bakti. Semoga senantiasa diliputi kesehatan, kebahagiaan, dan kehangatan bersama keluarga tercinta.”
Dua puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Seperempat abad telah Bapak Sunaryo, S.Pd. dedikasikan untuk mencerdaskan tunas-tunas bangsa, khususnya di lingkungan SMP Negeri 3 Tuntang. Sejak awal melangkah di sekolah ini, beliau telah membawa semangat yang tak pernah padam, menjadi obor penerang bagi ribuan siswa yang kini telah menempuh jalannya masing-masing.
Bagi keluarga besar SPEGATA, sosok Pak Sunaryo adalah cerminan dari kedisiplinan, ketertiban, dan kepedulian. Beliau membuktikan bahwa menjadi pendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan tentang penanaman dan pembentukan karakter. Dengan kesabaran yang luar biasa serta kepedulian yang sangat tinggi—baik terhadap para siswa maupun rekan-rekan sejawat—beliau telah menjadi sosok yang mengayomi bagi kita semua. Ruang kelas, lorong sekolah, hingga lapangan upacara menjadi saksi bisu betapa gigih dan tulusnya beliau dalam membimbing serta merangkul sesama tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih, tulis dan ikhlas.
Masa purna bakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari babak baru yang lebih tenang dan penuh makna bersama keluarga. Kenangan manis, tawa, hingga kedekatan emosional yang beliau bangun di ruang guru akan selalu kami simpan rapat dalam relung hati sebagai harta yang tak ternilai.
Untaian Terima Kasih untuk Pak Sunaryo
Terima kasih, Pak Sunaryo. Terima kasih atas setiap tetes keringat, kedisiplinan yang Bapak ajarkan, dan kepedulian tulus yang selalu Bapak berikan. Bapak telah melukis warna-warna indah dalam sejarah SMP Negeri 3 Tuntang yang tidak akan pernah pudar oleh waktu.
Kami melepas Bapak dengan rasa bangga dan rasa rindu yang sudah mulai tumbuh. Doa kami menyertai langkah Bapak; semoga masa pensiun ini menjadi masa yang paling membahagiakan, penuh dengan keberkahan, dan kesehatan yang sempurna.
“Seorang guru tidak hanya mengajar dengan buku, tapi dengan hati, disiplin, dan kasih sayang. Terima kasih telah menjadi bagian dari jiwa sekolah ini.”
Selamat memasuki masa purna bakti, Pak Sunaryo. Jasa dan kepedulian Bapak akan selalu abadi di hati kami.
Tuntang, 1 Maret 2026
Salam hormat dan peluk hangat,
Keluarga Besar SMP Negeri 3 Tuntang
